Kecerdasan artifisial sebagai penyaring awal, guru Bimbingan dan Konseling sebagai pengambil keputusan akhir.
PIJAR AI membantu sekolah mendeteksi indikasi masalah kesehatan mental peserta didik sejak dini, tanpa pernah menggantikan penilaian profesional manusia.
Arsitektur Sistem PIJAR AI
Empat lapis, satu prinsip: AI menyaring, manusia memutuskan.
Peserta didik mengisi instrumen singkat secara berkala lewat perangkat sekolah atau telepon genggam. Bank item disusun dari konstruk risiko & faktor protektif hasil studi kualitatif di Kalimantan Timur.
Mengelompokkan tingkat perhatian & menandai kasus yang perlu tindak lanjut, disertai penjelasan indikator pemicu (explainability). Sistem tidak mendiagnosis dan tidak mengambil keputusan.
Setiap penandaan wajib diverifikasi guru Bimbingan dan Konseling. Guru dapat menyetujui, menolak, atau menunda, disertai catatan profesional. Kedaulatan keputusan tetap pada tenaga profesional manusia.
Guru BK → Psikolog/Puskesmas → RSJD. Kasus berisiko tinggi diarahkan otomatis ke jalur rujukan manusia berjenjang, disertai pencatatan status & umpan balik fasilitas penerima.